Pap Smear Selamatkan Wanita dari Kanker Serviks
MADIUN – Kanker serviks atau leher rahim merupakan penyebab utama kematian karena kanker di kalangan perempuan di Indonesia . Hal ini disebabkan mayoritas penderita datang untuk berobat ketika keadaan penyakitnya sudah stadium lanjut. Untuk itu, pemeriksaan kesehatan dengan tes pap smear perlu dilakukan secara rutin sebagai deteksi dini kanker itu.
Demi menumbuhkan kesadaran untuk melindungi diri para perempuan dari kanker serviks, Pemkab Madiun yang bekerjasama dengan pihak terkait mengadakan tes pemeriksaa pap smear bagi Sedikitnya 400 karyawati Pemkab Madiun yang berusia 30 – 50 tahun, di RSUD Panti Waluya Caruban.
“Dengan diketahui sejak dini diharapkan tingkat penyembuhan semakin besar,” ujar Kasubdin Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, drg Iin Sariningytas, Selasa (28/10).
Menurutnya, untuk jumlah kasus kanker serviks di Kabupaten Madiun, sejauh ini belum ada catatan khusus. Dalam satu tahun, kemungkinan hanya ditemukan 2 hingga 3 kasus yang positif. Namun, meski belum ada catatan khusus, bukan berarti hal ini disepelekan.
“Justru itu, pencegahan sejak dini harus terus digalakkan. Salah satunya dengan program tes pap smear,” jelasnya.
Dikatakan drg. Iin, belum adanya temuan khusus, juga terkait dari rendahnya kesadaran mayoritas masyarakat prempuan Kabupaten Madiun tentang penyakit kanker, terlebih kanker serviks. Karenanya, pihaknya sangat mendukung dengan kegiatan tes pap smear gratis bagi ratusan karyawati Pemkab Madiun sebagai salah satu langkah awal peduli kesehatan wanita dan keluarga.
Lebih lanjut, penyebab terjadinya kanker belum dapat diketahui dengan pasti. Namun, dampak dari kemajuan teknologi, timbulnya berbagai macam polusi, perilaku yang menyimpang, pola makan, dan sebagainya ditengarai merupakan pemicu terjadinya kanker. Untuk itu perlu waspada sejak dini adanya.
“Pap smear wajib dilakukan oleh perempuan usia subur secara teratur setahun sekali, untuk memantau adanya kanker leher rahim,” kata drg. Iin lagi.
Sementra itu, Direktur RSD Kabupaten Madiun Aris Nugroho, mengatakan, pelaksanaan kegiatan pap smear gratis yang diselenggarakan selama 10 hari kedepan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan guna mencapai Kabupaten Madiun sehat dan sejahtera tahun 2013. Pelaksanaannya sendiri, melibatkan Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Umum dan Bidan RSD Kabupaten Madiun.
“Setelah pengambilan sample, hasilnya akan diberikan kepada sasaran dan rencannya akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi dan pengobatan apabila diperlukan,” tandasnya.




Comments
Tulis komentar anda...
dan, bila menginginkan adanya profil photo disamping komentar, dapatkan gravatar!